Sejarah Perkembangan Gizi di Indonesia 8

Dalam rangka kegiatan penelitian, pada tahun 1960 dilakukan penelitian gizi mahasiswa Bogor dalam rangka kerjasama dengan Fakultas Pertanian, Fakultas Kedokteran Hewan dan Akademi Pertanian Ciawi, Bogor, dengan mendapat bantuan dari World University Service (WUS). Hasilnya disajikan dalam Konfrensi WUS di Ceylon tahun berikutnya. Dengan bantuan tenaga expert FAO, Miss Emma Reh, pada tahun 1962 Lembaga […]

Continue reading


Sejarah Perkembangan Gizi di Indonesia 7

Dalam Kongres Pengetahuan Nasional II di Yogyakarta tahun 1962, Lembaga Makanan Rakyat mengirim anggota stafnya untuk menyajikan hasil-hasil penelitian gizi, antara lain penelitian tinggi dan berat badan serta penelitian gizi di desa Ciwalen dan Amansari Jawa Barat. Pada seminar gizi tahun 1963 di Senayan Jakarta (aslinya seminar untuk menentukan proyek-proyek riset utama kearah perbaikan pangan […]

Continue reading


Sejarah Perkembangan Gizi di Indonesia 6

Pada tahun 1960 wakil pimpinan Lembaga Makanan Rakyat, dokter Dradjat D. Prawiranegara diangkat sebagai pemimpin LMR yang baru menggantikan Prof. Poerwo Soedarmo yang mencurahkan perhatian penuh sebagai Kepala Bagian Ilmu Gizi FKUI. LMR memperkuat stafnya dengan nutrisionis – nutrisionis dan menyebarkan lebih banyak tenaga-tenaga gizi ke daerah, baik dipekerjakan di rumah sakit maupun Dinas Kesehatan […]

Continue reading


Sejarah Perkembangan Gizi di Indonesia 4

Pada tahun 1957-1959 Blankhart dengan para nutrisionis mengadakan penelitian keadaan gizi dan kesehatan anak-anak pegawai rendah di Bogor. Laporan diberi judul : “Measured Weaning Pattern”. Penelitian hubungan gizi dan trachea juga dilakukan di daerah Semarang, oleh tim ahlinya. Pada waktu yang sama Bailey dan Tugirin dari Lembaga Makanan Rakyat menelusuri daerah Gunung Kidul dan daerah […]

Continue reading


Sejarah Perkembangan Gizi di Indonesia 3

Dua tempat latihan gizi masyarakat didirikan oleh Lembaga Makanan Rakyat, yaitu di Pasuruan Jawa Timur dan Pekalongan Jawa Tengah. Di tempat tersebut diadakan kursus bagi petugas dan tokoh-tokoh masyarakat setempat mengenai usaha perbaikan gizi. Penyebarluasan kader gizi juga dilakukan dengan memasukan ilmu gizi ke dalam kurikulum berbagai perguruan tinggi, antara lain di Fakultas Kedokteran Universitas […]

Continue reading


Sejarah Perkembangan Gizi di Indonesia 2

  Dalam usaha menyebarkan kesadaran gizi kepada masyarakat luas, sejak tahun 1951 dipopulerkan slogan “Empat Sehat Lima Sempurna”, suatu pedoman sederhana menyusun menu sehat. Poster-poster dan leaflet yang berhubungan dengan itu telah diproduksi dan diperluaskan pula oleh Lembaga Makanan Rakyat. Selanjutnya dilakukan kerjasama dengan Perusahaan Film Negara (PFN) membuat 2 buah film berjudul “Rahasia Terbuka” […]

Continue reading


Pendahuluan Sejarah Perkembangan Gizi Indonesia

  Kegiatan-kegiatan bidang gizi di Indonesia sebelum Perang Dunia II ditangani oleh Instituut Voor Volksvoeding, suatu lembaga pemerintahan Hindia Belanda yang berada dalam Instituut Eijkman di Jakarta. Perhatian waktu itu banyak dicurahkan pada penelitian di laboratorium, klinik dan survei makanan rakyat di desa-desa yang dikenal antara lain :menee enderseek di Pacet, Rengasdengklok, Segalaherang, Cirebon, Pulosari, […]

Continue reading