Sejarah Perkembangan Gizi di Indonesia 11

Usaha Perbaikan Makanan Rakyat di daerah Jawa Tengah mendapat perhatian dari pemerintah pusat dan juga organisasi internasional FAO dan UNICEF memberikan bantuannya. Ini terhenti pada waktu Indonesia memutuskan hubungan dengan PBB. Sejak Indonesia masuk menjadi anggota PBB kembali pada tahun 1967, program bantuan UNICEF untuk usaha perbaikan gizi tersebut diaktifkan lagi. Kegiatan gizi itu disempurnakan organisasinya dan kemudian dengan istilah Applied Nutrition Program (ANP) yang kemudian dikenal sebagai program “Usaha Perbaikan Gizi Keluarga” (UPGK). Kegiatan UPGK atau ANP mulai tahun1969 diperluas dari Jawa Tengah ke daerah-daerah lain, berturut – turut: Daerah Istimewa Yogyakarta, Sumatera Selatan dan Nusa Tenggara Barat, kemudian mulai tahun 1970 Bali, Jawa Timur dan Sumatera Utara.

Pada tahun 1967 dokter Dradjat D. Prawiranegara dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Gizi pada Fakultas Kesehatan Masyarakat UI di Jakarta. Ini memberikan kesempatan untuk mengembangkan ilmu gizi dalam fakultas tersebut. Fakultas ini merupakan wadah pendidikan tingkat sarjana bagi lulusan akademi di lingkungan Departemen Kesehatan termasuk pada nutrisionis.

 

Sumber: Sejarah perkembangan gizi di Indonesia.Direktorat Gizi Masyarakat – Persatuan Ahli Gizi. 1997.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *