Nasi Bersuhu Dingin Bagi Penderita Diabetes

Di Indonesia, penderita diabetes yang meninggal pada umur 30-69 tahun mencapai 48.300 orang. Penyakit diabetes dapat menyebabkan pengaruh yang sangat besar pada tubuh, yakni munculnya berbagai jenis penyakit lain sebagai komplikasi pada penderitanya.

Karena itulah, diabetes menjadi penyakit yang wajib diwaspadai baik bagi mereka yang sudah terkena diabetes maupun yang tidak. Mereka yang menderita diabetes tentu harus lebih memperhatikan asupan makanan atau minumannya sehari-hari. Jika tetap asal mengkonsumsi makanan seperti biasa, bisa jadi kondisi gula darah akan meningkat dengan pesat sehingga membuat diabetes menjadi lebih parah.

Banyak yang beranggapan, nasi putih berpotensi menimbulkan penyakit diabetes dibandingkan makanan atau minuman lain yang manis-manis.

Nasi memang menjadi makanan utama orang Indonesia. Bahkan banyak orang Indonesia yang merasa belum makan jika belum makan nasi. Tentu menghindari atau mengurangi nasi bisa menjadi mimpi buruk bagi banyak orang. Namun menderita penyakit diabetes bukan berarti Anda harus menghindari nasi. Masih boleh makan nasi namun dengan beberapa aturan.

Penelitian dari Sri Lanka telah membuktikan bahwa makan nasi dingin dapat mengurangi kalori yang masuk ke tubuh Anda, sehingga hal ini dapat mencegah diabetes tipe 2. Para peneliti mengembangkan metode memasak yang bisa membuat gula dalam nasi diserap lebih sedikit oleh tubuh.

Tim peneliti menambahkan satu sendok teh minyak kelapa pada air mendidih yang akan digunakan untuk memasak beras selama 40 menit. Setelah nasi matang, nasi kemudian didinginkan dan disimpan dalam lemari es selama 12 jam. Metode ini dapat meningkatkan pati resisten sebesar 10 kali lipat.

Pati resisten mirip dengan serat yang tidak dapat dicerna oleh tubuh, sehingga dapat membantu menurunkan kadar gula darah dan mencegah penyakit diabetes. Saat nasi dimasak dan kemudian didinginkan selama beberapa jam, ini dapat mengubah bentuk dan struktur di dalam nasi. Pendinginan merupakan proses yang penting karena menyebabkan pembentukan pati resisten.

Pati dalam nasi yang bisa dicerna menjadi tidak dapat dicerna, sehingga juga menurunkan kalori yang dapat diserap oleh tubuh sampai 60%. Nasi yang sudah dingin ini tidak masalah jika Anda ingin menghangatkannya lagi. Ini tidak akan memengaruhi kadar pati resisten yang sudah terbentuk di dalamnya.

Menurut ahli nutrisi, dr Juwalita Surapsari, M.Gizi, SpGK, kandungan gula pada nasi dingin memang tergolong lebih rendah. Hal ini yang kemudian kerap disebut-sebut bisa membantu menurunkan gula dalam darah pada penderita diabetes.

“Sebenarnya ada beberapa hal yang bisa memengaruhi diet pada diabetes itu cocok atau tidak, namanya indeks glikemik (angka yang menunjukkan potensi peningkatan gula darah dari karbohidrat yang tersedia pada suatu pangan). Penelitian memang menunjukkan nasi yang sudah dibiarkan pada suhu ruangan, bisa menurunkan indeks glikemik,” tutur Juwalita di kawasan Jakarta Barat, beberapa waktu lalu.

Meski nasi dingin mengandung gula yang lebih sedikit dibandingkan nasi hangat, Juwalita menyebut diet yang sehat tidak cukup hanya dengan mengonsumsi karbohidrat dingin. Namun, perlu diikuti dengan konsumsi sayur dan lauk berprotein. Komposisi makanan harus seimbang antara karbohidrat, protein, dan sayur mayur.

 

Sumber :
– www.hellosehat.com
– www.okezone.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *