Sejarah Perkembangan Gizi di Indonesia 10

Sesuai dengan gelombang politik di Indonesia sekitar tahun 1964, Menteri Kesehatan, Prof. Satrio meningkatkan kegiatan gizi dengan membentuk Komando Operasi Gizi. Slogan “Empat Sehat Lima Sempurna” dianggap tidak cocok lagi dengan keadaan dan kemudian ditinggalkan. Selanjutnya dipopulerkan “Menu Seimbang”, suatu revolusi menu untuk mengubah pola makanan yang beras sentris menjadi pola makanan yang bermakna pokok plural. Propaganda makan jagung dilancarkan oleh Presiden RI dan banyak pejabat pejabat tinggi pusat dan daerah walaupun di sana-sini terdengar nada sinis. Lembaga Makanan Rakyat diubah status dan namanya menjadi Bagian Makanan Rakyat, yang mempunyai fungsi organisatoris seperti bagian-bagian lain dalam Departemen Kesehatan. Propaganda masal dan revolusioner itu akhirnya berhenti dengan berubahnya situasi politik di Indonesia sejak pecahnya peristiwa G.30.S pada tahun 1965.

Dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Presiden No.15 dan 75 tahun 1966, semua Departemen mengadakan perubahan struktur organisasi. Bagian Makanan Rakyat diubah menjadi Direktorat Gizi di bawah Direktorat Jenderal Pembinaan Kesehatan Masyarakat. Perubahan struktur organisasi di daerah bercermin pada pusat. Gizi mendapat kesempatan di daerah-daerah yang nutrisionisnya aktif, gizi menduduki eselon bagian. Dengan demikian diperoleh otoritas dan fasilitas yang layak untuk melancarkan usaha-usahanya.

 

Sumber: Sejarah perkembangan gizi di Indonesia.Direktorat Gizi Masyarakat – Persatuan Ahli Gizi. 1997.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *