Sejarah Perkembangan Gizi di Indonesia 4

Pada tahun 1957-1959 Blankhart dengan para nutrisionis mengadakan penelitian keadaan gizi dan kesehatan anak-anak pegawai rendah di Bogor. Laporan diberi judul : “Measured Weaning Pattern”. Penelitian hubungan gizi dan trachea juga dilakukan di daerah Semarang, oleh tim ahlinya. Pada waktu yang sama Bailey dan Tugirin dari Lembaga Makanan Rakyat menelusuri daerah Gunung Kidul dan daerah minus lainnya untuk mempelajari masalah Honger Oedema . Atas hasil penelitian itu kemudian di Wonogiri didirikan Lembaga Makanan Rakyat sebagai organ pemerintah pusat yang khusus bertugas dalam upaya perbaikan gizi, dan Tugirin sebagai kepala lembaga.

Kegiatan penelitian gizi lain dilakukan sekitar tahun 1957 ialah :
1. Penelitian masalah buruh di Jakarta oleh Drajat D. Prawiranegara dan Djumaidias dengan menggunakan 10% sub sampel dari sampel buruh yang diadakan oleh Pemerintah Indonesia dengan ILO.

2. Penelitian wanita hamil di RSUP Jakarta oleh Nye Tieng Tjiat dan Perwo Soedarmo.

3. Penelitian Kwarshiorkor pada anak-anak di Jakarta oleh Poey Seng Hin, yang kemudian menjadi bahan disertasi untuk gelar doctor dalam ilmu kedokteran di FKUI.

4. Pada tahun 1959 Djumaidias mengadakan penelitian konsumsi makanan rakyat di daerah Kabupaten Subang, Jawa Barat. Tujuannya adalah untuk melengkapi data konsumsi makanan dan sekaligus mengetes teknik penelitian.

5. Pada tahun yang sama Drajat D. Prawiranegara dan Djumaidias mengadakan penelitian tinggi dan berat badan terhadap 2000 pegawai golongan socialekonomi tinggi di Jakarta, dalam rangka menentukan standar gizi penduduk Indonesia.

 

Sumber: Sejarah perkembangan gizi di Indonesia.Direktorat Gizi Masyarakat – Persatuan Ahli Gizi. 1997.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *