Bakteri Listeria Monocytogenes

 

Baru – baru ini lagi marak tentang bakteri Listeria Monocytogenes yang dapat menyebabkan kematian. Diketahui bakteri ini menginfeksi manusia melalui buah – buahan seperti melon, semangka dan apel.

Bahkan Kementerian Pertanian (Kemtan) menutup pemasukan rock melon (cantalupe) dari Australia ke Indonesia. Keputusan ini diterbitkan melalui keputusan menteri pertanian nomor 207/Kpts/KR.040/3/2018.

Ditutupnya keran impor buah rock melon ini lantaran adanya kejadian luar biasa yakni kontaminasi bakteri Listeria Monocytogenes di Australia yang hingga hari ini telah mengakibatkan empat orang meninggal dan adanya Surat Agriculture Counsellor Kedutaan Besar Australia di Jakarta pada tanggal 3 Maret 2018.

“Menteri Pertanian memberi atensi khusus terhadap kasus ini, dan sangat perduli untuk mencegah kejadian ini di Indonesia. Maka beliau merespon dengan keputusan Menteri Pertanian”, jelas Banun Harpini, Kepala Badan Karantina Pertanian dalam keterangan tertulis yang diterima kontan.co.id, Kamis (7/3/2018).

Listeria adalah salah satu jenis bakteri yang ditemukan di air dan tanah, serta di hewan ternak seperti unggas dan domba. Listeria juga bisa terdapat pada susu mentah dan makanan yang terbuat dari susu mentah.

Produk segar seperti sayur dan buah dapat terkontaminasi listeria melalui air yang tercemar atau melalui pupuk kandang yang digunakan.

Penyakit yang disebabkan karena mengonsumsi pangan yang terkontaminasi L. monocytogenes disebut Listeriosis. Sebagai bakteri yang tidak membentuk spora, L. monocytogenes sangat kuat dan tahan terhadap pembekuan, pengeringan , dan pemanasan.

 

Kelompok Rawan
Yang paling rentan terkena listeriosis adalah :
1. Lansia.
2. Wanita hamil.
3. Penderita gangguan imunitas.
4. Anak – anak dan balita.
5. Penderita sakit kanker, diabetes, liver.

 

Bagaimana Penyebaran Listeria Monocytogenes?
Manusia terinfeksi L.monocytogenes melalui konsumsi pangan yang sudah terkontaminasi bakteri tersebut. L.monocytogenes umumnya ditemukan ditemukan pada:
1. Sayur dan buah segar.
2. Daging mentah.
3. Susu mentah/ tidak dipasteurisasi termasuk produk olahan yang menggunakan susu yang tidak dipasteurisasi (keju ,es krim dll).
4. Daging mentah, ikan mentah, atau ikan asap.

 

Apa saja Gejala Listeriosis?
1. Masa inkubasi listeriosis berkisar antara 3-70 hari.
2. Gejala awal umumnya mirip gejala seperti influenza, antara lain demam berkepanjangan.
3. Mual, muntah dan diare.
4. Jika infeksi menyebar ke sistem syaraf, maka akan terjadi gejala seperti sakit kepala, leher kaku, kehilangan keseimbangan, kebingungan, penurunan kesadaran dan kejang-kejang.
5. Jika menyerang bagian otak (Meningitis, radang selaput otak, meningoencephalitis/ radang pada otak dan selaputnya,
Encephapilitis/ radang otak) maka listerosis dapat menimbulkan stroke.
6. Jika menginfeksi ibu hamil biasanya ibu hamil akan mengalami gejala yang ringan seperti gejala flu. Namun listeriosis dapat menyerang janin yang dapat berakibat keguguran spontan (trismester kedua/ketiga) atau bayi lahir dalam keadaan meninggal.

 

Bagaimana Mencegah Kontaminasi Listeria Monocytogenes?
1. Cuci bahan mentah secara menyeluruh dengan air bersih yang mengalir. Untuk buah dan sayur segar yang akan langsung dikonsumsi, cuci dengan air bersih yang mengalir dan bilas dengan air matang.
2. Cuci tangan, pisau, meja, dan talenan setelah menangani dan menyiapkan makanan mentah.
3. Hindari makanan dan minuman yang mengandung susu yang tidak dipasteurisasi.
4. Hindari kontaminasi silang. Pisahkan daging mentah, unggas, dan hasil laut dari sayuran, buah­ buahan,dan pangan siap saji. Makanan yang sudah dimasak tidak bersentuhan dengan bahan mentah atau peralatan yang terkontaminasi.
5. Masak bahan pangan mentah dari sumber hewani, seperti daging, unggas, atau hasil laut sampai benar-benar matang (suhu internal pemasakan mencapai 70-85°C.
6. Lakukan proses pasteurisasi terutama untuk produk susu 75° selama 15 menit.
7. Lakukan penyimpanan dingin untuk daging dan unggas mentah sebelum dimasak dibawah 3°C.
8. Mengonsumsi pangan siap saji sesegera mungkin.
9. Jangan biarkan tumpahan sisa-sisa makanan mengotori lemari es terlalu lama. Jaga selalu kebersihan bagian dalam dinding dan rak lemari es.

Sumber :
– www.tribunnews.com
– Leaflet Pencegahan Penyebaran Infeksi Listeria Monocytogenes oleh BPOM RI

Leaflet Pencegahan Penyebaran Infeksi Listeria Monocytogenes dapat anda download disini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *